Talas Beneng Emas Nusantara: Mengenal Lebih Dekat Talas Beneng, Varietas Unggul Nasional

Mengenal Lebih Dekat Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) Melalui Ciri-ciri dan Morfologinya

Gambar 1. Tanaman Talas Beneng (Sumber : gdm.id)

    Tanaman talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) adalah komoditas lokal asal Kabupaten Pandeglang, Banten. Tanaman umbi-umbian ini sangat cocok untuk digunakan sebagai sumber makanan alternatif. Semua bagian talas beneng, mulai dari umbi yang berukuran besar hingga daun dan tangkainya, dapat digunakan. Talas beneng memiliki banyak manfaat kesehatan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Talas beneng juga memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, dan budidayanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Umbinya yang dapat dijadikan sebagai tepung yang dapat diolah menjadi berbagai makanan, tangkai daunnya dapat diolah menjadi sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai lauk pendamping makanan pokok (Kusumasari et al., 2019). Umbi tanaman talas beneng memiliki kandungan gizi yang baik yaitu mengandung kadar air sebesar 84.65%, kadar pati sebesar 6.97%, protein sebesar 8.77%, dan lemak sebesar 0.46% sehingga umbi talas beneng juga dapat dijadikan makanan pokok atau pengganti beras (Putri et al., 2022). Tanaman talas beneng merupakan tanaman yang memiliki kandungan asam oksalat yang cukup tinggi pada umbinya, yang menyebabkan munculnya rasa gatal ketika dan setelah dikonsumsi. Namun kandungan asam oksalat pada talas beneng yang dibudidayakan lebih rendah jika dibandingkan dengan talas beneng yang tumbuh secara liar (Sulastri et al., 2023). Namun tingginya kadar oksalat pada talas beneng dapat dikurangi dengan cara merendam umbi talas dalam larutan NaCl dengan konsentrasi 10% selama 150 menit kemudian dibilas untuk diolah menjadi tepung talas (Putri et al., 2021).
    Asal-usul nama talas beneng berasal dari dua kata yaitu "besar" dan "koneng" karena ukuran umbinya memiliki ukuran yang besar dan memiliki warna kekuningan (Khoeriyah et al., 2022). Taksonomi talas beneng dijelaskan oleh Prana dan Kuswara (2002) dalam (Budiarto dan Rahayu, 2017) ialah sebagai berikut: 

Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Ordo

: Arales

Famili

: Araceae

Genus

: Xanthosoma

Spesies

: Xanthosoma undipes K. Koch

    
    Talas ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis talas lainnya, terutama pada ukuran umbi yangcukup besar dengan panjang/tinggi umbi ±81,3 cm dan berdiameter ±30 cm. Tinggi tanaman ini berkisar antara 100-350 cm dengan panjang pelepah daun 139 cm (Susilawati et al., 2021). Adapun morfologi talas terdiri dari:

1. Daun
   Tanaman talas memiliki bagian yang tersusun dengan lengkap, yaitu helaian daun, pelepah daun, dan tangkai daun. Daun talas beneng berbentuk lonjong atau oval, letak pada kedua sisi pangkalnya berdekatan daripada talas jenis lainnya dan pada bagian ujung daun tanaman talas terlihat seperti meruncing. Tangkai daun dapat tumbuh mencapai 2 meter, memiliki tekstur yang lembut serta memiliki rongga yang membuat tanaman ini mampu beradaptasi dengan lingkungan yang tergenang air. Daun pada tanaman talas termasuk ke dalam daun tunggal yang memiliki jumlah daun antara 2 hingga 5 helai. Helaian daun berukuran antara 6 hingga 60 cm dengan lebar berkisar antara 7 hingga 53 cm. Berwarna hijau pekat (tua) dengan bentuk daun berbentuk lonjong atau oval. 


Gambar 2. Daun Talas Beneng (Sumber : Observasi.id)

2. Batang
    Batang pada tanaman talas memiliki bentuk yang pendek. Secara umum, batang tanaman talas dibungkus oleh daun. Batang tanaman talas berada di dalam tanah dengan warna cokelat kehitaman. Terkadang pada batang tanaman talas terdapat bulu halus. Batang tanaman talas ini memiliki bentuk bulat dengan jarak masing-masing ruas yang sangat pendek atau sempit. Batang pada tanaman talas tumbuh tegak ke arah atas. 


Gambar 3. Batang Talas Beneng (Sumber : shopee.co.id)

 3. Akar
   Tanaman talas beneng memiliki sistem perakaran serabut dengan perakaran adventif dan tumbuh tegak hingga kedalaman 10-20 cm. Saat tumbuh lebih dari dua tahun, akar utama talas beneng dapat mencapai panjang 120 cm, bobot 42 kg, dan lingkar luar 500 cm. 


Gambar 4. Akar Talas Beneng (Sumber : digrow.co.id)

4. Umbi
   Daging umbi talas beneng berwarna kuning, memiliki ukuran yang besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil (kimpul) yang bergerombol. Selain kimpul, bagian utama yang dapat dikonsumsi adalah akar (Kementrian Pertanian Badan Litbang Pertanian, 2016).

  

Gambar 5. Umbi Talas Beneng (Sumber : Merdeka.com)

5. Bunga
  Sistem pembungaan pada tanaman talas terdiri dari tongkol, tangkai, dan seludang. Tangkai pada tanaman talas berukuran antara 10 hingga 30 cm, dengan ukuran seludang berkisar antara 10 hingga 30 cm. Bagian bunga betina dan bunga jantan terpisah, di mana bunga betina terletak di bagian bawah tanaman talas dan bunga jantan berada di bagian atasnya. Di antara bunga jantan dan bunga betina tersebut terdapat bunga mandul.

Gambar 6. Bunga Talas Beneng (Sumber : www.survive-giezag.org)


REFERENSI:

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Banten. 2016. Talas Beneng, Pangan Lokal Potensial.

Budiarto, M.S., dan Rahayuningsih, Y. 2017. Potensi Nilai Ekonomi Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) Berdasarkan Kandungan Gizinya. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah. Vol. 1(1): 1-12.

https://digrow.co.id/bongkar-rahasia-umbi-raksasa-yang-mendunia/. Diakses pada hari Sabtu, 4 Januari 2025.

https://gdm.id/budidaya-talas-beneng/. Diakses pada hari Kamis, 2 Januari 2025.

https://observasi.id/2022/01/26/kementan-genjot-pertumbuhan-ekonomi-dari-budidaya-umbi-dan-daun-talas-beneng/. Diakses pada hari Jumat, 3 Januari 2025.

https://shopee.co.id/BIBIT-TALAS-BENENG-JUMBO-ISI-13-POHON-i.37589741.23429376292.  Diakses pada hari Jumat, 3 Januari 2025.

https://www.survive-giezag.org/2021/10/manfaat-talas-beneng.html. Diakses pada hari Sabtu, 4 Januari 2025.

https://www.merdeka.com/jabar/intip-keunikan-talas-beneng-si-umbi-raksasa-asal-pandeglang-yang-mendunia.html. Diakses pada hari Kamis, 2 Januari 2025.

Khoeriyah, S., Suyamto, S., dan Oktavia. 2022. Keanekaragaman dan Pemanfaatan Talas di Kecamatan Cisata Pandeglang Banten. Jurnal Medika dan Sains [J-MedSains]. Vol. 2(2): 89-102.

Kusumasari, S., Eris, F.R., Mulyati, S., dan Pamela, V.Y. 2019. Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Talas Beneng Sebagai Pangan Khas Kabupaten Pandeglang. Jurnal Agroekoteknologi. Vol. 11(2): 227-234.

Putri, N. A., Riyanto, R. A., Budijanto, S., dan Raharja, S. 2021. Studi Awal Perbaikan Kualitas Tepung Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) sebagai Potensi Produk Unggulan Banten. Journal of Tropical AgriFood. Vol. 3(2): 63.

Putri, N. N., Putri, N. A., Eris, F. R., Pamela, V. Y., Kusumasari, S., Rusbana, T. B., Wulandari, P., Nurtiana, W., Riyanto, R. A., Najah, Z., Nafisah, A., Syabana, M. A., Dzikribillah, M. D., dan Hariyanti, R. 2022. Pemanfaatan Sumber Pangan Lokal Khas Provinsi Banten (Talas Beneng Sebagai Bahan Baku Produk Keripik). Jurnal Pengabdian Teknik Mesin. Vol. 2(2): 43–51.

Sulastri, A., Maryani, Y., dan Agustina, S., 2023, Reviu Artikel: Potensi Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Sebagai Bahan Pembuatan Beras Analog Untuk Diversifikasi Pangan Di Indonesia. Jurnal Integrasi Poses Vol. 12(2): 88-94.

Susilawati, P. N., Yursak, Z., Kurniawati, S., dan Saryoko, A. 2021. Budidaya Talas Varietas Beneng. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Banten: Banten.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kokoleceran, Tanaman Endemik Langka Warisan Alam Banten

Talas Beneng Emas Nusantara: Menyulam Kembali Ketahanan Pangan Lokal di Tengah Krisis Iklim