Mari Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya untuk Melestarikan Ekosistem Lingkungan Sekitar, serta Menciptakan Pertanian Organik yang Berkelanjutan
Gambar 1. Daun Pepaya
Sumber Foto: www.daherba.com
Serangan hama dan penyakit adalah salah satu faktor yang membatasi keberhasilan tanaman untuk tumbuh optimal. Penyakit dan serangan hama pada persemaian dapat mengganggu pertumbuhan dan bahkan menyebabkan kematian pada tanaman. Apabila serangga membahayakan tanaman secara fisiologis ataupun ekonomis maka, serangga tersebut dianggap sebagai hama. Serangga hama dapat berkembang biak dalam berbagai lingkungan dan sangat beragam. Mereka dapat merusak tanaman dengan menghisap, menggigit, atau menyebarkan penyakit.
Gambar 2. Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi
Sumber Foto: mitalom.com
Salah satu cara untuk memberantas hama adalah dengan menggunakan berbagai jenis zat kimia yang dikenal sebagai pestisida. Namun, penggunaan pestisida kimia dapat menimbulkan dampak negatif, baik bagi kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan, terutama jika tidak hati-hati dalam memilih jenis dan cara penggunaannya. Dampak negatif yang mungkin terjadi meliputi penyerapan pestisida oleh tanaman, yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Pestisida yang sulit terurai akan terakumulasi dalam organisme yang memakan tanaman tersebut, termasuk manusia. Akibatnya, tanpa disadari, tubuh makhluk hidup menjadi tercemar pestisida kimia.
Gambar 3. Pestisida Kimia
Sumber Foto: www.delinewstv.com
Selain pestisida kimia, ada juga pestisida nabati, yaitu pestisida yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan tanpa campuran bahan-bahan kimia. Pestisida nabati memiliki efek membunuh atau mengendalikan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) karena kandungan alami tumbuhan yang mampu membasmi serangga. Pestisida ini berbahan aktif tunggal atau
majemuk dapat berfungsi sebagai penghambat nafsu makan, penolak, penarik,
menghambat perkembangan, menurunkan kepribadian, pengaruh langsung sebagai
racun dan mencegah peletakan telur (Kusumawati dan Istiqomah, 2022).
Bahan-bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengganti pestisida kimiawi, mudah diakses dan mudah ditemukan di lingkungan pertanian. Beberapa bahan berbasis sumber daya lokal, seperti kunyit, daun randu, biji srikaya, daun kenikir, daun atau biji mimba, daun atau biji mindi, biji mahoni, dan brotowali, dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Tumbuhan yang mengandung senyawa fitokimia seperti eugenol, alakaloid,
polifenol, tanin, dan saponin dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati
(Kusumawati dan Istiqomah, 2022).
Ciri-ciri tanaman dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat pestisida nabati yaitu, memiliki bau yang tajam atau menyengat atau bau tidak enak. Tanaman yang tidak boleh dimakan dalam jumlah banyak oleh hewan karena dapat menimbulkan keracunan. Tanaman yang daunnya selalu utuh karena, tanaman yang daunnya selalu utuh artinya tidak pernah diserang hama atau penyakit. Tanaman yang tidak disukai ternak juga tidak disukai serangga karena, rasa daunnya yang cenderung pahit, sepat, pedas, atau tidak enak. Pestisida nabati juga dianggap sebagai cara pengendalian yang ramah lingkungan dalam pertanian, sehingga dapat digunakan dalam pertanian organik.
Pestisida nabati mempunyai potensi besar sebagai pengendali
OPT yang ramah lingkungan. Sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman,
pestisida nabati mampu bersifat mencegah, mengusir, repellent, memerangkap,
menghambat pertumbuhan, sporulasi dan rigumentasi, menurunkan bobot badan
dan aktivitas hormonal, mengganggu komunikasi, pergantian kulit, menimbulkan
tekanan sampai kematian (Kusumawati dan Istiqomah, 2022).
Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai proses pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya, serta kandungan pestisidanya. Berikut adalah tata cara dari pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya, yaitu:
1. Alat dan bahan yang digunakan ialah:
- 3 lembar daun pepaya.
- 3 siung bawang putih.
- 2 liter air.
- Baskom.
- Ulekan.
- Botol plastik 2 liter.
2. Cincang daun pepaya menjadi kecil-kecil didalam baskom, lalu ulek daun pepaya bersamaan dengan 3 siung bawang putih.
3. Tambahkan air kedalam baskom, lalu dicampur dan diremas-remas sampai mengeluarkan ekstrak daun pepaya.
4. Setelah itu dimasukkan pestisida nabati kedalam wadah, contohnya didalam botol bekas atau kedalam botol penyemprot (sprayer).
5. Pestisida nabati dari daun pepaya siap digunakan.

Gambar 4. Pestisida Nabati Daun Pepaya
Sumber Foto: Foto Pribadi Penulis
Daun pepaya dapat dimanfaatkan dan efektif untuk dijadikan pestisida alami karena daun pepaya cukup mudah untuk ditemukan, serta daun pepaya memiliki kandungan papain yang dapat meracuni hama dan ulat penghisap. Kelompok enzim sistein protease ditemukan dalam getah daun pepaya, termasuk papain dan kimopapain. Selain itu, getah daun pepaya menghasilkan senyawa-senyawa seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan asam amino nonprotein yang sangat berbahaya bagi serangga pemakan tumbuhan. Senyawa kimia dalam tanaman pepaya dapat membunuh organisme pengganggu tanaman. Menurut Tuhuteru et al. (2019) daun
pepaya digunakan sebagai pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki
beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid,
rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.
Untuk Video Pembuatan Pestisida-nya Bisa di Akses melalui Link Berikut:
REFERENSI:
Kusumawati, D. K, dan Istiqomah. 2022. Pestisida Nabati Sebagai Pengendali OPT (Organisme
Pengganggu Tanaman). Madza Media. Lamongan.
Tuhuteru, S.,Anti, U. M., dan Rein, E. Y. R. Pembuatan Pestisida Nabati Untuk
Mengendalikan Hama Penyakit Pada Tanaman Sayuran Di Distrik Siekposi
Kabupaten Jayawi Jaya. Vol. 25(3): 135-143.
Komentar
Posting Komentar